Organisasi adalah adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama (kata wikipedia). Mengapa sih orang perlu berorganisasi? ya jelas dong. Manusia selain sebagai makhluk individualis juga merupakan makhluk sosial (so-sial, wkwkw). Dulu aku ingat banget tuh pas pelajaran sosiologi, katanya manusia itu punya naluri yang disebut gregariousness , yaitu bahwa manusia selalu membutuhkan orang lain dan tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Ngomong-ngomong masalah organisasi, saya adalah orang yang buta tentang organisasi. Buta?Buta gimana?
bagaimana tidak buta, lha wong dari dulu tidak pernah ikut organisasi apa-apa. Bahkan sejak TK sampai SMA ,saya tidak pernah merasakan ikut dalam suatu organisasi.
Nah, kesadaran untuk masuk dalam organisasi baru terpikir setelah masuk di bangku kuliah. Itupun gara-gara terngiang kata-kata bapak dosen yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak bisa jika hanya mengandalkan kecerdasan intelektualnya saja tetapi juga emosionalnya. Waktu itu beliau berkata bahwa dalam memasuki dunia kerja , nilai/IPK/IQ itu memang penting tapi sayangnya hanya dalam jangka pendek saja selebihnya yang terpenting adalah soft skill.Dari situlah, aku yang semula anti organisasi menjadi berpikir untuk masuk dalam sebuah organisasi.
-SEKARANG-
Kemudian , dengan melewati proses seleksi aku berhasil masuk di Hima Pendidikan Ekonomi (Economics faculty of Semarang State University). Lolos pun terasa aneh karena pada saat proses wawancara jawabanku terlalu polos dan jujur :). HimaPE adalah hima baru di FE Unnes. Oh ya, aku ditempatkan di departemen advokasi dan kesejahteraan mahasiswa sebagai staff. Pertama dengar aja "hah? opo kui?". Namanya juga pertama kali ikut organisasi, kagag mudeng sama yang begituan. Pas disuruh sama ketua departemen(mas agus) untuk membuat program kerjapun aku bingungnya setengah mati. Browsing sana sini. Halah, bingung . . . lha wong departemen advokasi fungsinya buat apa juga kagag ngerti. Jujur, banyak istilah-istilah yang sama sekali aku gag ngerti : LPJ, SPJ. Haduh, itu apa? Aku benar-benar merasa minder berorganisasi. Kebodohan-kebodohan dan ketidaktahuanku aku tebus dengan cara rajin mengikuti agenda-agenda di hima, mulai rapat internal (sepertinya gag pernah absen), rapat besar hima, training advokasi, acara-acara yang diselenggarakan oleh departemen lain.
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar