Lhoh , koq tiba-tiba Part II? Dimanakah Part I nya? Part I memang tidak ada koq. Tapi ini tentang kejadian yang membuat ku depresi untuk kedua kalinya. Depresi? Iya , kedengarannya memang agak berlebihan alias lebay. Tapi itulah yang sebenarnya terjadi.
Patah hati
Itulah yang sebenarnya terjadi padaku. Hhhmmm, mungkin berpikir aku ini terlalu berlebihan karena menceritakan maslahku di catatan ini. Bukan itu yang ingin aku bagi disini , tapi hikmah dibalik rasa patah hati tersebut. Patah hati berasal dari rasa mencintai, orang yang patah hati berarti pernah mencintai. Beruntunglah orang yang patah hati karena dia belajar untuk menghargai kehadiran orang lain. Memang benar :seseorang akan begitu terasa berharganya ketika orang tersebut pergi dari kehidupan kita. Beruntung juga orang yang patah hati karena pernah merasakan indahnya cinta. Dia tidak akan akan merasa patah hati jika cinta yang dirasakan nya tidak berarti baginya . Satu lagi hikmah yang bisa diambil : Beruntunglah orang yang dicintai oleh orang yang patah hati tersebut, itu tandanya orang itu begitu berharga bagi si patah hati.
Dulu aku juga berpikir orang yang patah hati itu sangat lebay. Orang yang patah hati kadang melakukan hal-hal konyol, mulai dari menangis berhari-hari, membenci orang yang pernah dicintainya bahkan yang paling ekstrem adalah bunuh diri. Mengapa mereka bisa berbuat seperti itu? Sekarang aku tahu jawabannya, karena aku sedang merasakannya. Ternyata patah hati itu seperti terkena bom atom yang menghantam Hiroshima dan Nagasaki (ini patah hati versiku). Kalau sesuatu hal belum terjadi pada kita, maka kita tidak akan pernah mengerti suatu hal tersebut. Tetapi tidak baik juga jika harus diratapi berlarut-larut. Kehidupan harus tetap berjalan bukan?
Jatuh cinta dan patah hati adalah hal yang wajar. Selalu ada pelajaran yang dapat kita petik dari keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar